MENGETAHUI PERKEMBANGAN TANAMAN MANGGIS DI INDONESIA

 

A.    DAERAH PENGHASIL MANGGIS DAN BAGAIMANA PERKEMBANGAN MANGGIS DI DAERAH TERSEBUT?

Potensi dan peluang pengembangan tanaman manggis di Indonesia sangat besar, baik ditinjau dari potensi lahan, keragaman jenis, maupun dari aspek petani dan teknologi. Wilayah pertumbuhan tanaman manggis di Indonesia sangat luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Hingga saat ini sekitar 25 kabupaten tercatat sebagai penghasil dan penyumbang buah manggis untuk ekspor dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, dan ada beberapa daerah telah mengembangkan manggis meskipun belum tercatat sebagai penghasil buah manggis. Manggis yang diekspor umumnya berasal dari daerah penghasil utama di sentra produksi manggis, seperti Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Purwerejo, Belitung, Lahat, Tapanuli Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar, dan Banyuwangi.

Selain potensi lahan, peluang peningkatan produktivitas buah manggis di Indonesia masih sangat besar. Saat ini, Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian telah bertekat menjadikan buah manggis sebagai komoditas unggulan tropis.

B.    BAGAIMANA HASIL PANEN MANGGIS DI DAERAH PENGHASIL MANGGIS?

Saat ini, manggis telah mendapatkan sertifikasi prima 3 untuk pengelolaan mutu buah yang dikeluarkan Otoritas Kompetensi Ketahanan Pangan Daerah (OKKPD). Artinya, buah ini sudah layak untuk diekspor. Salah satu pebudidaya manggis adalah Zubaidi. Pria asal Kecamatan Kotaagung Timur, Tanggamus, Provinsi Lampung ini mengelola perkebunan manggis seluas 1 hektare (ha), di kebun miliknya. Disana, terdapat sekitar 100 pohon manggis yang sebagian besar berumur di atas 30 tahun. Menurutnya, buah hasil produksi yang dihasilkan pohon manggis tergantung usia pohon, besar kecilnya batang pohon, serta musim. Umumnya, pohon dengan usia muda dapat memproduksi manggis sebanyak 30 kilogram (kg) perpohon. Adapun pohon berusia di atas 25 tahun mampu memproduksi buah hingga 1 kuintal buah.

Zubaidi menuturkan, manggis adalah pohon musiman. Biasanya, masa panen jatuh pada bulan Juli saban panen. Ketika panen tiba, buah manggis Zubaidi bisa mencapai 4 ton. Musim kemarau adalah masa terbaik bagi manggis untuk berbuah.

Joko Prabowo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pertanian Kabupaten Tanggamus mengatakan, bukan saja buah manggis yang bisa dijual petani, mereka sejatinya bisa menjual bibit manggis. Harganya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per batang. Harga tergantung jumlah daun yang telah tumbuh pada batang bibitnya. Joko bilang, buah manggis merupakan perkebunan buah dengan investasi jangka panjang. Petani baru dapat memetik hasil produksinya setelah bibit yang ditanam melewati usia sekitar enam tahun.

C.    APA SAJA HASIL OLAHAN MANGGIS?

Berdasarkan karakteristik buahnya, manggis dapat diolah menjadi:

  1. Juice atau sari buah. Juice xanthone dari buah manggis dibuktikan berdasarkan riset dapat menjaga kesehatan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, menetralisir radikal bebas, membantu sistem pernafasan.
  2. Kapsul atau tablet xanthone yang terdiri dari kandungan bahan polyphenol yang bermanfaat untuk kesehatan dan menjadikan penciri warna pada tanaman, serta bahan flavonoid yang memberi efek citarasa
  3. Sebagai obat anti kanker
  4. Supplement untuk diet
  5. Bahan pewarna
  6. Berdasarkan beberapa penelitian diketahui pula bahwa
  • Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
  • Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
  • Ekstrak (n-heksana dan etanol) manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu pada penggunaan metode uji Brine Schrimp Test (BST).
  • Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
  • Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.

D.    NEGARA-NEGARA PENGIMPOR MANGGIS DARI INDONESIA DAN DIGUNAKAN UNTUK APA SAJA MANGGIS TERSEBUT?

Penduduk Jepang mengenal daun dan kulit batang manggis sebagai herbal berefek antiinflamasi. Dia kerap dipakai untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lain seperti psoriasis. Di Venezuela, kulit manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit akibat parasit.Dr. Ahmad Dimyati, Dirjen Hortikultura Depta RI menyampaikan, manggis kini menjadi primadona ekspor. Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka, ia mengajukan bukti bahwa ekspor manggis merupakan 34,4% dari total ekspor buah dan 9,62% dari total produksi nasional. Selain buahnya dapat dikonsumsi secara langsung, kulit buah manggis juga bernilai ekonomis lebih. Sementara itu, tujuan ekspor buah manggis adalah Hong Kong, Jepang, Venezuela, Taiwan, RRC, Singapora, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Eropa dan akhir-akhir ini permintaan dari Amerika serikat sangat tinggi. Indonesia merupakan negara kedua terbesar pengekspor manggis dunia.