PENGERTIAN KARIES

Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum) yang bersifat kronik progresif dan disebabkan aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan. Ditandai dengan demineralisasi jaringan keras dan diikuti kerusakan zat organiknya.

ETIOLOGI KARIES

Faktor – faktor yang memungkinkan terjadinya karies yaitu :

  • Bakteri

Sifat kariogenik ini berkaitan dengan kemampuan untuk :

  • Membentuk asam dari substrat
  • Menghasilkan kondisi dengan pH rendah
  • Bertahan hisup dan memproduksi asam terus menerus pada kondisi dengan pH yang rendah
  • Melekat pada permukaan licin gigi
  • Menghasilkan polisakarida tak larut dalam saliva dan cairan dari makanan guna membentuk plak
  • Karbohidrat Makanan

Karbohidrat menyediakan substrat untuk sintesa asam dan polisakarida ekstrasel bagi bakteri. Karbohidrat kompleks relatif lebih tidak kariogenik karena tidak dicerna sempurna di mulut, sedangkan karbohidrat sederhana akan meresap ke dalam plak dan dimetabolisme dengan cepat oleh bakteri. Untuk kembali ke pH normal dibutuhkan waktu 30 – 60 menit.

Kariogenesitas karbohidrat bervariasi menurut frekuensi makan, bentuk fisik, komposisi kimia, cara masuk dan adanya zat makanan lain. Karena sintesa polisakarida ekstrasel dari sukrosa lebih cepat daripada glukosa, fruktosa dan laktosa, maka sukrosa bersifat paling kariogenik, dank arena paling banyak di konsumsi, di anggap sebagai etiologi utama.

PATOFISIOLOGI KARIES

  • Teori Asidogenik : Miller (1882) menyatakan bahwa kerusakan gigi adalah proses kemoparasiter yang terdiri atas dua tahap yaitu dekalsifikasi email sehingga terjadi kerusakan tota email dan dekalsifikasi dentin pada tahap awal diikuti oleh pelarutan residunya yang telah melunak. Asam yang dihasilkan oleh bakteri asidogenik dalam proses fermentasi karbohidrat dapat mendekalsifikasi dentin, menurut teori ini, karbohidrat, mikroorganisme, asam, dan plak gigi berperan dalam proses pembentukan karies.
  • Teori Proteolitik : Gottlieb (1944) mempostulasikan bahwa karies merupakan suatu proses proteolysis bahan organic dalam jaringan keras gigi oleh produk bakteri. Dalam teori ini dikatakan mikroorganisme menginvasi jalan organic seperti lamella email dan sarung batang email, serta merusak bagian – bagian organic ini. Proteolysis juga disertai pembentukan asam. Pigmentasi kuning merupakan ciri karies yang disebabkan produksi pigmen oleh bakteri proteolitik. Teori proteolitik ini menjelaskan terjadinya karies dentin dengan email yang masihh baik.

MANIFESTASI KLINIS KARIES

Gambaran klinik karies email yaitu :

  • Lesi dini atau lesi bercak putih / coklat
  • Lesi lanjut ( lesi yang telah mengalami kavitasi )

Gejala paling dini karies email secara makroskopik adalah suatu bercak putih. Bercak ini jelas terlihat pada gigi cabutan yang kering yang tampak sebagai suatu lesi kecil, opak dan merupakan daerah berwarna putih, terletak sedikit kea rah serviks dari titik kontak. Warna tampak berbeda dibandingkan email di sekitarnya yang masih sehat. Pada tahap ini, deteksi dengan sonde tidak dapat dilakukan karena email yang mengelilinginya masih keras dan mengkilap. Kadang – kadang lesi tampak ciklat karena materi yang terserap ke dalam pori – porinya.

Baik bercak putih maupun coklat bisa bertahan bertahun – tahun lamanya karena perkembangan lesi tersebut dapat dicegah. Jika lesi email sempat berkembang, permukaan yang semula utuh akan pecah (kavitasi) dan akan terbentuk lubang (kavitas).

Pada saat pemeriksaan diperlukaan pencahayaan yang baik. Gigi harus bersih dan kering, sehingga kotoran dan karang gigi harus dibersihkan dahulu. Gigi yang sudah kering harus diisolasi dengan gulungan kapas agar tidak basah oleh saliva. Gigi harus betul – betul kering dan pengeringan biasanya dengan penyemprotan perlahan – lahan.

Untuk menemukan tanda awal karies diperlukan penglihatan yang tajam. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan sonde tajam sampai terasa menyangkut. Sebaiknya hal ini jangan dilakukan karena sonde tajam akan merusak lesi karies yang masih baru dan bakteri akan terbawa dalam lesi sehingga kariesnya menyebar.

XAMTHONE SEMBUHKAN KARIES

XAMthone plus yang terbuat dari bahan pilihan yaitu buah manggis , memiliki zat antioksidan xanthone yang bekerja mematikan sel kanker , selain itu menurut hasil berbagai penelitian dari para ahli XAMthone plus manggis yang terkandung didalam XAMthone plus bekerja sebagai :

Inflamasi atau peradangan merupakan proses perlindungan sel darah putih bersama senyawa kimia lain dari tubuh dari infeksi oleh benda asing,seperti bakteri dan virus,akibatnya respon jaringan tubuh mengalami kerusakan. Manggis telah dimanfaatkan penduduk asia tenggara untuk mengobati inflamasi dengan cara diminum seperti teh. Xanthone dalam kulit manggis memiliki sifat antiinflamasi,mencegah aktivitas enzim.

Kemampuan lain dari xanthones adalah mematikan bakteri. Beberapa peneliti membuktikan tentang manfaat xanthones memperlihatkan bahwa xanthones bersifat antimikroba terhadap MRSA(methicilin resistant staphylococcus aureus), yaitu bakteri yang kebal terhadap obat antibiotik yang dapat menyebabkan infeksi farah. Penyakit akibat RMSA memang tidak di kenal di indonesia. namun di beberapa negara, seperti Amerika, bakteri ini sangat menakutkan karena dalam waktu singkat akan memakan sel-sel tubuh manusia. Bakteri ini dapat meneyebabkan cacat fisik dan kematian pada para penderitanya.

  • Anti Jamur

Xanthone juga memiliki kemampuan untuk menghambat aktifitas jamur,penyebab penyakit atau fitophatogenik.